Universitas Jember (UNEJ) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal sebagai bagian dari akselerasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah digitalisasi instrumen akreditasi bidang keteknikan melalui kegiatan “Pengisian dan Integrasi Instrumen Akreditasi LAMTEKNIK Berbasis Sistem SIJAMU”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Senin–Selasa (9–10 Februari 2026), bertempat di Aula Lantai 2 LPMPP Universitas Jember, dan diikuti oleh tim Pusat Akreditasi LPMPP UNEJ.

Kegiatan yang diikuti oleh 11 personel inti Pusat Akreditasi ini dibuka oleh Koordinator Tim Pusat Akreditasi, Rizka Rian Fauziyah, S.PT., M.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kesiapan institusi dalam mengadaptasi instrumen akreditasi eksternal terbaru, khususnya dari Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEKNIK), ke dalam sistem penjaminan mutu internal UNEJ. Instrumen LAMTEKNIK menekankan keterkaitan yang kuat antara capaian pembelajaran lulusan, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), kinerja tridarma perguruan tinggi, serta dukungan sumber daya dan tata kelola program studi. Oleh karena itu, integrasi instrumen ini ke dalam SIJAMU menjadi langkah krusial untuk memastikan konsistensi data, keterlacakan bukti kinerja, dan kesinambungan evaluasi mutu program studi teknik di UNEJ.
Agenda utama kegiatan adalah mengintegrasikan matriks penilaian LAMTEKNIK ke dalam SIJAMU, sistem informasi penjaminan mutu yang dikembangkan oleh UNEJ. Instrumen terbaru ini menuntut presisi data pada tujuh kriteria utama, mulai dari kriteria Diferensiasi Misi (Visi, Misi, Tujuan, Dan Strategi) hingga kriteria Sistem Penjaminan Mutu, dan juga program pengembangan berkelanjutan yang berorientasi pada penguatan ilmu keteknikan.

Dalam sesi teknis, fasilitator membedah instrumen secara rinci drg. Amandia Dewi Permana Shita, M.Biomed mengulas Kriteria 1–4 (Diferensiasi Misi (Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi); Akuntabilitas; Relevansi Pendidikan, Penelitian, dan PkM; Sumber Daya Manusia), sementara Lailatul Nuraini, S.Pd.,M.Pd. membahas Kriteria 5-7 (Sarana, Prasarana, dan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan; Mahasiswa dan Luaran Mahasiswa; Sistem Penjaminan Mutu) dan Program Pengembangan Berkelanjutan. Aspek teknis pengembangan sistem dipaparkan oleh Bambang Toni Prayogi, A.Md., yang menekankan pentingnya antarmuka SIJAMU yang ramah pengguna bagi prodi keteknikan.
Integrasi instrumen LAMTEKNIK ke dalam SIJAMU diharapkan menjadi solusi strategis bagi Tim Task Force Akreditasi di tingkat program studi. Dengan sistem ini, program studi di Fakultas Teknik dapat melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan, menyusun Laporan Evaluasi Diri Program Studi (LEDPS) secara lebih sistematis, serta mempersiapkan akreditasi tanpa tekanan waktu yang berlebihan. “SIJAMU kami desain tidak hanya sebagai alat pengumpulan data akreditasi, tetapi sebagai dashboard mutu yang mampu menunjukkan kondisi riil program studi teknik secara periodik. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu dapat dilakukan secara proaktif dan terencana,” ujar Koordinator Pusat Akreditasi LPMPP UNEJ.
Sebagai tindak lanjut, LPMPP UNEJ telah menyiapkan agenda simulasi penggunaan SIJAMU berbasis instrumen LAMTEKNIK yang akan melibatkan pendamping akreditasi dan perwakilan program studi teknik. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan sosialisasi dan pendampingan intensif kepada seluruh program studi keteknikan di lingkungan Universitas Jember. Ke depan, SIJAMU diharapkan menjadi basis data utama dalam pengambilan keputusan strategis mutu akademik bidang keteknikan, sekaligus memperkuat budaya mutu yang terintegrasi, berkelanjutan, dan selaras dengan standar nasional maupun internasional.
.
