Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Jember kembali menyelenggarakan Pelatihan Calon Dosen Mata Kuliah Penciri universitas, Pertanian Industrial Berkelanjutan (PIB) Tahap 2 untuk Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 pada 3–4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Aula Lantai 3 Gedung Riset Hub Kampus Vokasi ini menjadi wujud komitmen LPMPP Universitas Jember dalam memperkuat implementasi visi pengembangan PIB melalui peningkatan kompetensi dosen lintas fakultas.

Pelatihan kali ini diikuti oleh 69 dosen yang berasal dari berbagai fakultas, sekolah pascasarjana, hingga kampus daerah di lingkungan Universitas Jember. Partisipasi peserta dari lintas disiplin ilmu ini menegaskan bahwa konsep Pertanian Industrial Berkelanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab rumpun ilmu pertanian semata, tetapi juga memerlukan kontribusi dari bidang ilmu sosial, kesehatan, teknik, pendidikan, ekonomi, hukum, hingga teknologi informasi. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran serta mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala LPMPP Universitas Jember, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penguatan kapasitas dosen merupakan salah satu strategi utama Universitas Jember untuk menjaga mutu pembelajaran sekaligus memastikan implementasi visi institusi dapat diterjemahkan secara nyata dalam proses pendidikan. Dosen memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir mahasiswa agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, khususnya di bidang pertanian industrial berkelanjutan.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember, Prof. Drs. Slamin, M.Com., Sc., Ph.D. Beliau menekankan pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis PIB. Kolaborasi lintas bidang keilmuan dinilai sangat krusial agar proses pembelajaran di Universitas Jember mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Memasuki sesi materi, Ketua Senat Universitas Jember, Drs. Andang Subahariyanto, M.Hum., hadir sebagai narasumber pertama dengan mengulas arah kebijakan dan filosofi pengembangan PIB sebagai identitas akademik Universitas Jember. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai integrasi visi universitas ke dalam Tridarma Perguruan Tinggi, sehingga pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan selaras.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Sekretaris I LPMPP Universitas Jember, Prof. Dr. Iis Nur Asyiah, S.P., M.P., yang memaparkan strategi konkret implementasi PIB dalam proses pembelajaran. Para peserta dibekali pemahaman mengenai penyusunan capaian pembelajaran, pengembangan perangkat pembelajaran, hingga contoh penerapan konsep PIB yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing program studi. Melalui sesi ini, dosen didorong untuk mengintegrasikan isu keberlanjutan dan inovasi ke dalam ruang kelas demi menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Selain penyampaian materi, pelatihan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antarpeserta. Para dosen secara aktif membahas berbagai tantangan implementasi PIB di tiap bidang ilmu serta peluang pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen bersama untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan solusi nyata.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Calon Dosen PIB Tahap 2 ini, LPMPP Universitas Jember berharap para dosen memiliki pemahaman yang komprehensif untuk diimplementasikan secara optimal dalam perkuliahan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan (PPIP).
