Digitalisasi Akreditasi Sosial Humaniora, LPMPP UNEJ Integrasikan LAMSPAK 2.0 ke SIJAMU

Universitas Jember (UNEJ) melalui LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) terus melakukan akselerasi menuju status PTN-BH dengan memperkuat sistem penjaminan mutu internal. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah digitalisasi instrumen akreditasi bidang sosial humaniora melalui kegiatan intensif “Pengisian Instrumen LAMSPAK 2.0 Berbasis Sistem SIJAMU”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (05-06 Februari 2026), di Ruang Meeting 1 Agrotechnopark, Kampus Jubung, Universitas Jember.

Kegiatan yang diikuti oleh 11 personel inti Pusat Akreditasi ini dibuka oleh Koordinator Tim Pusat Akreditasi, Rizka Rian Fauziyah, S.PT., M.P., M.Sc., Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa adaptasi sistem internal terhadap instrumen eksternal terbaru, khususnya LAMSPAK 2.0, merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan budaya mutu di UNEJ. Agenda utama kegiatan adalah mengintegrasikan matriks penilaian LAMSPAK 2.0 ke dalam SIJAMU, sistem penjaminan mutu milik UNEJ. Instrumen terbaru ini menuntut presisi data pada sebelas kriteria utama, mulai dari standar kompetensi lulusan hingga standar penjaminan mutu yang berorientasi pada penguatan ilmu sosial dan humaniora.

Dalam sesi teknis, fasilitator membedah instrumen secara rinci. Dr. Belgis Hayyinatun Nufus, S.Sos., M.Kesos. mengulas Kriteria 1–6 (Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses Pembelajaran, Standar Penilaian Pembelajaran, Standar Pengelolaan, Standar Isi, Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan), sementara Dr. Laily Ilman Widuri, SP. membahas Kriteria 7-11 (Standar Sarana dan Prasarana, Standar Biaya, Standar Penelitian, Standar Pengabdian Kepada Masyarakat, Standar Penjaminan Mutu). Aspek teknis pengembangan sistem dipaparkan oleh Bambang Toni Prayogi, A.Md., yang menekankan pentingnya antarmuka SIJAMU yang ramah pengguna bagi prodi sosial humaniora.

Transformasi instrumen ke dalam SIJAMU ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan strategi untuk meringankan beban Tim Task Force Akreditasi di tingkat program studi. “Dengan terintegrasinya instrumen LAMSPAK 2.0 ke dalam SIJAMU, prodi dapat melakukan evaluasi diri dan menyusun Formulir  Evaluasi Diri Program Studi (FEDPS) dengan lebih terukur. Ini menjadi kunci untuk meraih predikat Unggul sekaligus rekognisi internasional,” ujar Riska Rian F., Ph.D., Koordinator Pusat Akreditasi LPMPP. Sistem ini diharapkan berfungsi sebagai dashboard kinerja yang mampu memantau kesehatan prodi secara real-time, sehingga persiapan akreditasi tidak lagi bersifat mendadak, melainkan menjadi bagian dari budaya mutu yang tertib dan berkelanjutan.

Pasca kegiatan, LPMPP telah menyiapkan peta jalan keberlanjutan. Agenda terdekat mencakup simulasi sistem bersama pendamping akreditasi, yang akan dilanjutkan dengan sosialisasi menyeluruh kepada koordinator program studi bidang sosial humaniora UNEJ. Ke depan, fasilitator LPMPP akan memberikan pendampingan intensif ke setiap prodi bidang sosial humaniora, menjadikan SIJAMU sebagai basis data utama dalam pengambilan keputusan strategis mutu akademik di Universitas Jember.