Universitas Jember melalui Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) menggelar Pelatihan Peer Counsellor bertema “Penguatan Peran Peer Counsellor sebagai Strategi Peningkatan Layanan Konseling Mahasiswa dalam Mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs 4 (Quality Education)” di Aula Lantai 5 Gedung Soedjarwo Universitas Jember, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem dukungan kesehatan mental mahasiswa melalui pelibatan aktif mahasiswa sebagai konselor sebaya. Pendekatan ini diharapkan mampu menyediakan ruang aman bagi mahasiswa untuk saling berbagi, memperoleh dukungan awal, hingga merujuk ke layanan profesional saat dibutuhkan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember bersama Kepala LPMPP Universitas Jember. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga wajib memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental para mahasiswanya.

Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan empat pemateri pakar. Sesi pertama diisi oleh Dr. Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep., Sp.Kep.J., yang menyampaikan materi mengenai Literasi Kesehatan Mental dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Pemateri membekali peserta dengan keterampilan mengenali gejala awal gangguan psikologis serta tata cara merujuk kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Materi kedua disajikan oleh Meitia Ekatina, S.Pd., M.Ed., yang mengangkat topik Ragam Disabilitas dan Etika Berinteraksi. Pada sesi ini, peserta diajak membangun pola interaksi yang inklusif, menghargai keberagaman, dan menghapus stigma, sehingga layanan konseling sebaya dapat diakses secara aman oleh seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

Selanjutnya, Siti Zulaikhah, M.A., memaparkan materi Peran Peer Counsellor untuk meletakkan pemahaman dasar mengenai kontribusi serta batas-batas batasan peran konselor sebaya agar pendampingan tetap berjalan aman dan bertanggung jawab. Rangkaian pembekalan materi diakhiri oleh Ns. Yeni Fitria, M.Kep., yang menyampaikan topik Komunikasi dan Etika Interaksi. Peserta dilatih teknik mendengarkan aktif, komunikasi empatik, hingga penggunaan bahasa verbal dan nonverbal yang efektif.
Pelatihan ini dikemas secara interaktif melalui simulasi peer counselling, diskusi kelompok, dan sesi refleksi. Melalui simulasi tersebut, para peserta berkesempatan mempraktikkan langsung respons empatik serta teknik eksplorasi masalah. Sesi refleksi menekankan bahwa peran peer counsellor bukan untuk menyelesaikan seluruh masalah teman sebaya, melainkan hadir tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan, serta menyadari batasan kapan rujukan profesional harus dilakukan.
Langkah penguatan kapasitas peer counsellor ini sejalan dengan komitmen Universitas Jember dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan inklusif.

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Sekretaris 1 LPMPP Universitas Jember, Prof. Iis Nur Asiyah, S.P., M.P., yang berpesan agar keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh peserta terus diterapkan dalam interaksi sehari-hari serta dikembangkan menjadi jejaring dukungan sebaya di lingkup fakultas maupun universitas. Melalui program ini, Universitas Jember berkomitmen mewujudkan budaya kampus yang peduli dan responsif terhadap kesehatan mental dengan menempatkan mahasiswa sebagai bagian utama dari solusi.
