PUSAT LAYANAN KONSELING DAN DISABILITAS UNIVERSITAS JEMBER GELAR PELATIHAN PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN INKLUSIF

Jember, 7 Mei 2025 — Pusat Layanan Konseling dan Disabilitas (PLKD) Universitas Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran bagi Mahasiswa Disabilitas Pendengaran dan Penglihatan pada 6–7 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat Universitas Jember dan diikuti oleh 47 dosen perwakilan dari seluruh fakultas.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para dosen dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran yang ramah disabilitas, khususnya untuk mahasiswa dengan hambatan pendengaran dan penglihatan. Materi pelatihan disampaikan oleh Tim Pusat Unggulan IPTEKS Disability Innovation Center (PUI DIC) dari Universitas Negeri Surabaya, yang telah berpengalaman dalam pengembangan inovasi pendidikan bagi penyandang disabilitas. Ketiga pemateri dari UNESA dihadirkan dalam acara pelatihan ini, yaitu: Prof. Budiyanto, M.Pd., Acep Ovel Novari Beny, M.Pd., dan Khofidotur Rofiah, M.Pd.

Dalam sambutannya, Prof. Tantut Susanto, Ph.D selaku Koordinator PLKD Universitas Jember menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kampus yang benar-benar inklusif dan memberikan hak yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para dosen memiliki pemahaman serta keterampilan praktis untuk menyesuaikan metode dan media pembelajaran yang dapat diakses oleh mahasiswa dengan disabilitas, sehingga proses belajar-mengajar dapat berlangsung lebih adil dan efektif,” ujar beliau.

Materi yang disampaikan mencakup Kebijakan Disabilitas di Pendidikan Tinggi, Konsep pembelajaran bagi disabilitasn Pendengaran dan Penglihatan, dan penyusunan buku pedoman penyusunan media pembelajaran bagi disabilitas pendengaran dan penglihatan. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk praktik langsung dan berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran inklusif.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret implementasi kebijakan inklusi di Universitas Jember, sekaligus memperkuat sinergi antar fakultas dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang ramah disabilitas.