Implementasi Kerja sama berdampak: LPMPP UNEJ dan Universitas Papua Perkuat Kompetensi Auditor Melalui Pelatihan AMI dan Monev Pembelajaran

Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Jember berkolaborasi dengan LPMPP Universitas Papua menyelenggarakan Pelatihan Auditor Audit Mutu Internal (AMI) dan Monitoring Evaluasi (Monev) Pembelajaran pada 15–16 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Papua dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan calon auditor dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan Universitas Papua. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal (SPMI) Universitas Papua, khususnya dalam memastikan bahwa proses pembelajaran dan tata kelola akademik berjalan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Papua yang menekankan pentingnya membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance). Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa penguatan audit mutu internal bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan fondasi penting dalam mendorong pencapaian akreditasi unggul dan peningkatan daya saing institusi secara nasional maupun internasional.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi yang dikemas dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, serta workshop aplikatif. Salah satu fokus utama kegiatan adalah penyusunan instrumen audit kecukupan berupa daftar tilik (checklist) dan penyusunan laporan hasil audit mutu internal yang berbasis bukti. Pendekatan ini menekankan bahwa audit tidak boleh berhenti pada penilaian dokumen semata, tetapi harus mampu menelusuri keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, hingga capaian pembelajaran.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi utama sebagai auditor AMI yang profesional. Peserta diarahkan untuk memahami peran dan etika auditor dalam sistem SPMI, mampu merencanakan serta melaksanakan audit kecukupan dan kepatuhan, hingga menguasai teknik audit berbasis bukti melalui wawancara, telaah dokumen, dan observasi lapangan. Selain itu, peserta juga dilatih untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan temuan audit secara objektif, menyusun laporan audit yang sistematis, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti.

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada aspek teknis audit, tetapi juga menekankan pentingnya pengawalan tindak lanjut hasil audit sebagai bagian dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Di sinilah sering kali terjadi kelemahan dalam praktik penjaminan mutu, yakni temuan audit yang tidak diikuti dengan perbaikan sistematis. Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk memahami bahwa kualitas audit tidak hanya diukur dari ketepatan temuan, tetapi juga dari efektivitas perbaikan yang dihasilkan.

Di akhir agenda yang ditutup oleh Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum. mengingatkan pentingnya kolaborasi antara LPMPP Universitas Jember dan Universitas Papua yang mencerminkan penguatan jejaring antar perguruan tinggi dalam bidang penjaminan mutu. Peningkatan pengetahuan dan praktik baik (best practices) menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk pelatihan dasar auditor, tetapi juga pada level lanjutan seperti audit berbasis risiko, integrasi sistem informasi mutu, hingga pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan strategis. Audit mutu internal tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong transformasi kualitas pendidikan tinggi.