Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Universitas Jember melalui Pusat Layanan Konseling dan Disabilitas (PLKD) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Keterampilan Konseling Dasar dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi Dosen Pembimbing Akademik (DPA) sebagai Konselor Batch I pada tanggal 23–25 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan dengan pendekatan blended learning ini diikuti oleh 30 Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dari 13 fakultas di lingkungan Universitas Jember yaitu FKIP, Faperta, FK, FKM, FKep, Fasilkom, FTP, FMIPA, FIB, FEB, FISIP, FTP, dan FT. Pada tahun 2026, pelatihan ini akan diselenggarakan sebanyak tiga Batch sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah dosen konselor di setiap Fakultas dan Pascasarjana di Lingkungan Universitas Jember.

Pelatihan ini merupakan komitmen LPMPP dalam menjamin mutu layanan konseling bagi mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Jember. Program inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi kontribusi UNEJ dalam mendukung pencapaian SDG’s 3 (Good Health and Well-Being) serta SDG’s 4 (Quality Education). Target pelatihan ini diharapkan Dosen Pembimbing Akademik (DPA), selain berperan dalam memberikan bimbingan akademik, juga mampu menjadi penolong pertama (first aider) saat mahasiswa mengalami krisis psikologis, membantu mahasiswa meningkatkan resiliensi terhadap masalah psikososial sehingga dapat membantu mahasiswa menyelesaikan studinya dan mencapai prestasi.

Dalam sambutannya, Kepala LPMPP Universitas Jember, Prof. Dr. Ermanto Fahamsyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa Dosen Pembimbing Akademik memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem layanan kemahasiswaan. Menurut beliau, DPA merupakan garda terdepan (first responder) yang berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa sehingga memiliki kesempatan paling awal untuk mengenali berbagai persoalan akademik maupun non-akademik yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan kapasitas DPA dalam keterampilan konseling dasar dan P3LP menjadi bagian penting dalam membangun sistem dukungan yang responsif, preventif, dan berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, DPA memperoleh pembekalan mengenai literasi tentang kesehatan mental mahasiswa, keterampilan konseling dasar, komunikasi empatik, deteksi dini masalah psikologis, hingga praktik Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) . Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif melalui praktik konseling, studi kasus, dan evaluasi kompetensi. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta mengembangkan keterampilan komunikasi, membangun hubungan konseling yang efektif, serta memahami batas kewenangan DPA dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa. Dan memahami proses rujukan masalah psikologis pada mahasiswa. Media pembelajaran pelatihan ini juga telah dilengkapi dengan Buku Panduan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) Universitas Jember 2026 serta Modul Pelatihan Konseling Dasar bagi Dosen Konselor Universitas Jember.

Ketercapaian tujuan pelatihan P3LP dan konseling dasar bagi DPA ini telah didukung oleh narasumber dan juga berperan sebagai fasilitator dari dosen UNEJ yang berprofesi di bidang kesehatan jiwa dan memiliki pengalaman di bidangnya. Dr. Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, Sp.Kep., J; Ns. Wahyu Dini Candra Susila, Sp.Kep. J; Ns. Robby Prihadi Aulia Erlando, Sp.Kep.J; Ns. Fitrio Deviantony; Ns. Yeni Fitria; Erdi Istiadji, S.Psi., M.Psi; Senny Weyara Dienda Saputri, S.Psi., M.A; Siti Zulaikah, S.Psi.,M.A; Luthfah Naily Faradisa, S.Psi, M.Psi; Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi; dr. Inke Kusumastuti, M.Biomed., Sp.KJ.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian pelatihan, baik pada sesi diskusi maupun sesi praktik konseling. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta menunjukkan peningkatan kompetensi yang sangat baik dan dinyatakan memenuhi capaian pembelajaran pelatihan. Para peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena memberikan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembimbingan akademik. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini membantu DPA memahami cara mendengarkan mahasiswa secara lebih empatik, mengidentifikasi kebutuhan mereka, serta menavigasi berbagai persoalan akademik maupun non akademik yang dapat memengaruhi kualitas hidup mahasiswa, termasuk ketika menghadapi situasi krisis.

Pengembangan kompetensi Dosen Pembimbing Akademik sebagai konselor diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya pembimbingan yang lebih humanis, responsif, dan berpusat pada kesejahteraan mahasiswa (student well-being). PLKD LPMPP juga akan terus mengembangkan jejaring DPA Konselor, menyelenggarakan pelatihan lanjutan, serta memperkuat mekanisme rujukan sehingga mahasiswa Universitas Jember memperoleh layanan pendampingan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan (PLKD).
